Tag: Map Server

Kekurangan MapServer

Map Server menawarkan kemampuan untuk mengolah data peta yang dapat berasal dari file Shape maupun data geometri yang berasal dari database. Peta yang dihasilkan pun dapat diatur tampilannya seperti: – Pengaturan warna line, titik, polygon.
– Pengaturan koneksi ke database GIS (Geographic Information System).
– Rasterisasi terhadap suatu daerah di peta.
– Pengaturan layer yang akan ditampilkan.
Mekanisme mapserver adalah membuat layer-layer yang dapat ditampilkan di peta. Sebagai contoh layer peta Negara Indonesia, layer batas provinsi di Indonesia, layer batas kabupaten di Indonesia, layer titik-titik, dlsb. Ilustrasi layer yang ditampilkan adalah sebagai berikut: (angka yang paling rendah merupakan layer paling atas dan angka yang paling tinggi merupakan layer yang paling bawah.)

  1. Layer titik-titik
  2. Layer kabupaten di Indonesia
  3. Layer batas provinsi di Indonesia
  4. Layer peta Negara Indonesia

Aplikasi mapserver untuk penggunaan di system operasi Windows bernama ms4w (map server for windows). Untuk dapat menampilkan peta, browser mengakses mapserv.exe (mapserv jika di Linux) yang berada di dalam direktori ms4w/Apache/cgi-bin. Dengan menggunakan parameter-parameter yang tersedia dapat menampilkan peta yang diinginkan.

Kekurangan dari map server adalah penggunaan dan konfigurasi mapfile yang tidak mudah untuk pengguna awal. Developer harus mengatur layer yang ditampilkan dengan cara coding mapfile tersebut. Belum lagi jika data GIS yang ada tersimpan dalam database peta. Mapserver perlu diatur koneksinya. Hal ini cukup riskan karena informasi host, username, password, port, dan database ditampilkan di mapfile tanpa adanya proses enkripsi. Salah satu caranya dengan menjaga agar mapfile ini tidak dapat diakses dari luar server.